PERINGATAN ISRA' MI'RAJ 1440 H : SEBUAH REFLEKSI UNTUK TERUS BERIMAN DAN BERILMU

  • Admin41
  • Minggu, 28/04/2019
  • Internal
  • 64 hits

Peringatan Isra Mi’raj 1440 H: Sebuah Refleksi Untuk Terus Beriman dan Berilmu.

“Tugas pelajar adalah belajar,” ujar Ustadz Abdul Mutaali dalam ceramahnya di acara Tabligh Akbar Peringatan Isra Mi’raj 1440 H dan Tarhib Ramadhan, yang dilaksanan di Masjid Nurul Ilmi SMK Negeri 41 Jakarta Selatan, (26/042019). 

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Sekolah SMK Negeri 41, Ibu Arum Sari, berpesan agar siswa-siswi SMK Negeri 41 juga harus lebih ditingkatkan lagi belajarnya. Serta tak ketinggalan, para dewan guru, staf, dan siswa-siswi SMK Negeri 41 turut menghadiri acara Isra Mi’raj.

Ustadz Mutaali, yang juga berprofesi sebagai dosen Universitas Indonesia (UI) ini mencontohkan, dahulu ketika Bung Karno dan Bung Hatta berdebat tentang demokrasi, Buya Hamka justru tidak ikut-ikutan dalam arena perdebatan itu. “Dia ingin memberi contoh kepada murid-muridnya agar jangan ikut-ikutan berpolitik. Tugas seorang murid atau pelajar hanya belajar. Fokus saja belajarnya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai direktur Kajian Timur Tengah. 

Selain menekankan pada fokus belajar, menurutnya kita juga harus selalu meminta pertolongan dan memasrakahkan diri kepada Allah SWT. Dia pun menceritakan bagaimana akhirya diterima sebagai direktur Kajian Timur Tengah. “Ketika saya mendaftar menjadi direktur Kajian Timur Tengah, yang daftar 100 orang, tapi menerimanya hanya 1. Bahkan ada peserta yang direkomendasikan oleh menteri dan pejabat-pejabat pemerintah lainnya. Tapi justru saya yang terpilih. Padahal saya tidak direkomendasikan oleh siapapun,” jelasnya. Hal itu menurutnya, karena kekuatan Allah SWT. “Saya hanya meminta rekomendasi sama Allah SWT,” imbuhnya.

Oleh karena itu,beliau menyarankan agar siswa-siswa jangan lupa ibadah. “Ketika istirahat pagi, solat dhuha dulu. Kemudian sebelum pulang solat Ashar dulu,” katanya.

Banyak pelajar-pelajar islam yang menorehkan prestasi. Ustad Mutaali mencontohkan wanita asal Palestina, Iqbal Mahmod Al Assad, yang sudah meraih gelar doktor di usia 17 tahun. Azzahra dalam menyelesaikan SMP DAN SMA hanya dalam waktu dua tahun. “Jadi wanita juga bisa berpestasi dan berilmu. Bukankah itu yang diperjuangkan Ibu Kita Kartini,” katanya.  

Ustadz Mutaali juga menegaskan mencari ilmu itu sebuah tugas yang mulia. Karena perintah mencari ilmu juga ada di dalam Al Qur’an dalam surat Al Mujaddilah yang artinya adalah, “…Dan apabila diakatakan ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan.”

Kemudian ustadz Mutaali juga memberi contoh Negara yang tidak hancur karena tingginya terhadap minat keilmuannya. ”Israel dan Palestina minat membaca bukunya tinggi, sehingga sampai hari ini Negara itu masih ada. Padahal sudah berperang sekan puluh tahun tapi tak hancur-hancur juga. Itu dikarenakan minat membacanya yang tinggi,” jelasnya.  

 

Penulis : Yogo Harsaid, S.Pd


: tanpa label

Bagaimana pendapat Anda mengenai informasi yang disampaikan dalam website ini ?

Apabila ada yang ingin dikonsultasikan, silakan untuk menghubungi kami.